Minggu, 24 Juni 2012

DAMPAK KEPADATAN POPULASI MANUSIA TERHADAP LALU LINTAS


DAMPAK KEPADATAN POPULASI MANUSIA
 TERHADAP LALU LINTAS

A.    Pengantar
Kota Tasikmalaya saat ini demikian padat dengan populasi manusia (penduduk). Tingkat kepadatan jauh lebih tinggi pada siang hari bila dibandingkan dengan jumlah penduduk pada malam hari. Kepadatan penduduk tersebut berpengaruh terhadap banyak aspek aktifitas manusia. Salah satu diantaranya adalah dampaknya terhadap lalu lintas.
Dalam hal transportasi, maka alat angkutan (kendaraan) jelas diperlukan bagi mobolitas manusia untuk berbagai kegiatan. Urgensinya semakin mutlak untuk efektifitas dan efesiensi kegiatan kehidupan yang kompleks. Akan tetapi, sejauh manakah esensiasi fasilitas alat angkutan (mobil) yang tersedia tersebut dalam kaitannya dengan mobilitas manusia.
Analisis dampak lalu lintas merupakan studi yang memperkirakan pengaruh langsung dimana penambahan lalu lintas tertentu akan mempengaruhi jaringan transportasi  di sekitarnya. Studi dampak lalu lintas akan bervariasi dalam jarak dan kompleksitas tergantung pada tipe dan ukuran pengembangan yang diharapkan.
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang menjadi kuantitas dan karasteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. (Sugiyono)
Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin baik hasil menghitung maupun hasil pengukuran kuantitatif atau kualitatif dan pada karasteristik tertentu mengenai sekumpulan obyek yang lengkap. (Nawawi)
Emisi gas CO2 menjadi banyak pembicaraan saat ini. Gas CO2 seperti banyak kita ketahui sangat penting keberadaannya di bumi ini, tak lain karena dibutuhkan dalam proses fotosintesis tumbuhan. Namun Demikian  gas CO2 juga tidak boleh terlalu banyak karena merupakan salah satu faktor penting terjadinya  pemanasan global. Emisi gas C02 sangat memengaruhi perubahan iklim bumi, jika gas CO2 semakin meningkat maka bumi akan semakin panas.
B.     Tujuan
Mendapatkan data kepadatan lalu lintas dan populasi manusia yang ikut beraktifitas (penumpang) serta mengetahui dampaknya terhadap lingkungan.
C.    Alat dan Bahan
1.      Alat tulis
2.      Kertas grafik
3.      Papan alas
4.      Counter
D.    Cara Kerja
1.      Menentukan lokasi (jalan) yang ramai yang sering dilewati kendaraan bermotor
2.      Pengamatan dilakukan pada hari libur (sabtu) dan hari kerja (senin) dan waktunya pagi, siang, dan sore hari masing-masing selama 2 jam.
3.      Menghitung dan mencatat jumlah kendaraan yang lewat seperti mini bus, bus, truk, trailer, sepeda motor, angkutan, delman, becak, dan sepeda beserta penumpang termasuk pengemudi pada lembar pengamatan
4.      Pengamatan dilakukan oleh seluruh anggota kelompok 1
5.      Membuat grafik untuksetiap jam dari hasil pengamatan pada hari yang berbeda
E.     Waktu dan Tempat Pengamatan
Pengamatan tentang Dampak Kepadatan Populasi ManusiaTerhadap Lalu Lintas ini dilaksanakan di Jalan Bypass Kota Tasikmalaya. Pengamatan dilaksanakan pada hari libur  yaitu pada hari Sabtu tanggal 2 Juni 2012 dan pada hari kerja yaitu pada hari Senin, tanggal 4 Juni 2012.
F.     Hasil Pengamatan
Tabel Jumlah Kendaraan Dan Jumlah Penumpang Yang Masuk Dan Keluar Pada Hari Libur (Sabtu, 2 Juni 2012)

Waktu
NamaKendaraan
JumlahKendaraan
JumlahPenumpang
Masuk
Keluar
Jumlah
Masuk
Keluar
Jumlah
06.00-08.00
Motor
1458
1858
3316
1933
2555
4488
Mobil Pribadi
360
306
666
818
590
1408
Angkutan
184
180
364
807
1055
1862
Truk
94
81
175
257
281
538
Sepeda, delman, becak
82
87
169
155
160
315
Jumlah



4690


8611
12.00-14.00
Motor
1468
1319
2787
1907
1953
3860
Mobil Pribadi
434
414
848
958
824
1782
Angkutan
162
150
312
797
760
1557
Truk
64
100
164
138
233
371
Sepeda, delman, becak
40
19
59
43
23
66
Jumlah



4170


7636
16.00-18.00
Motor
1157
1017
2174
1390
1209
2599
Mobil Pribadi
360
358
718
755
760
1515
Angkutan
126
108
234
729
516
1245
Truk
116
106
222
237
250
487
Sepeda, delman, becak
31
6
37
38
7
45
Jumlah



3385


5891


Tabel  Jumlah Kendaraan Dan Jumlah Penumpang Yang Masuk Dan Keluar Pada Hari Kerja (Senin, 4 Juni 2012)

Waktu
Nama Kendaraan
Jumlah Kendaraan
Jumlah Penumpang
Masuk
Keluar
Jumlah
Masuk
Keluar
Jumlah
06.00-08.00
Motor
2028
2807
4835
2274
3787
6061
Mobil Pribadi
468
459
927
716
742
1458
Angkutan
396
371
767
825
835
7519
Truk
116
65
181
295
114
409
Sepeda, delman, becak
51
207
258
54
214
268
Jumlah



6968


15715
12.00-14.00
Motor
1787
1699
3486
1943
2132
4075
Mobil Pribadi
234
270
504
431
313
744
Angkutan
144
126
270
829
361
1190
Truk
138
186
324
238
327
565
Sepeda, delman, becak
28
33
61
33
43
76
Jumlah



4645


6650
16.00-18.00
Motor
3043
2023
5066
3291
2351
5642
Mobil Pribadi
520
473
993
980
712
1692
Angkutan
154
127
281
587
203
790
Truk
137
198
335
293
357
650
Sepeda, delman, becak
129
35
164
136
39
175
Jumlah



6839


8949

G.    Pembahasan
1.      Kondisi Kepadatan Lalu Lintas di Kawasan yang Diamati
Kepadatan lalu lintas di JL. Bypass kota Tasikmalaya terbilang padat terutama pada hari kerja (Senin) 4 Juni 2012.
Pada pagi hari jumlah kendaraan keluar dari daerah Singaparna lebih banyak daripada jumlah kendaraan yang masuk. Hal ini disebabkan  masyarakat dari arah Singaparna banyak yang melakukan aktifitas di luar singaparna seperti bekera/berbelanja di Pasar Cikurubuk, Cihideung dan Supermarket yang ada di pusat Kota Tasikmalaya. Selain itu ada pula yang bekjerja di instansi penmerintahan dan adpula yang berangkat sekolah baik itu d SMA maupun Universitas.
Pada siang hari jumlah kendaraan yang masuk dan keluar tampak berimbang namun agak lengang tidak sepadat pagi hari.
Pada sore hari jumlah kendaraan yang masuk lebih padat daripada yang keluar.Hal ini disebabkan masyarakat yang berangkat pada pagi hari pulang kembali.
2.      Gas Buang Kendaraan Bermotor
Emisi gas buang dari kendaraan bermotor merupakan salah satu polutan yang mencemari lingkungan.Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang beredar di masyarakat menyebabkan emisi gas buang juga semakin meningkat. Emisi gas buang itu sendiri adalah sisa hasil dari suatu proses pembakaran bahan bakar di dalam mesin. Komposisi emisi gas buang berupa:
a.       Gas karbon monooksida (CO)
Karbon monoksida, rumus kimia CO, adalah gas yang tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa. Ia terdiri dari satu atom karbon yang secara kovalen berikatan dengan satu atom oksigen. Dalam ikatan ini, terdapat dua ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen koordinasi antara atom karbon dan oksigen.
Karbon monoksida dihasilkan dari pembakaran tak sempurna dari senyawa karbon, sering terjadi pada mesin pembakaran dalam. Karbon monoksida terbentuk apabila terdapat kekurangan oksigen dalam proses pembakaran. Karbon monoksida mudah terbakar dan menghasilkan lidah api berwarna biru, menghasilkan karbon dioksida.
Banyaknya CO dari gas buang itu tergantung dari perbandingan bahan bakar dan udara. Hanya pada pembakaran yang sempurna dari bahan bakar maka nilai CO-nya dapat nihil. Karbonmonoksida membahayakan kehidupan manusia. Bila gas ini dihirup oleh manusia, akan menyebabkan keracunan CO. Gas ini akan dihasilkan karena karbon yang terdapat dalam bensin (kira-kira 85% dari berat sisanya hydrogen) terbakar tidak sempurna karena kekurangan oksigen. Karbonmonoksida tidak dapat dihilangkan, bila campuran bahan bakar kaya.
Bila motor bensin dipergunakan dalam suatu tempat tertutup seperti dalam suatu bangunan atau terowongan, motor mengeluarkan gas buang dan mempercepat kekurangan oksigen, sehingga konsentrasi karbonmonoksida naik. Jika berada disana dan terhirup maka kita akan keracunan CO dan kehilangan kesadaran tanpa rasa sakit. Jadi ini sangat berbahaya. Kendaraan bermotor 4 tak untuk tahun pembuatan 2010 ke bawah, standar kandungan CO harus dibawah 5,5 %. Sementara untuk motor 4-tak tahun pembuatan di atas 2010 harus memenuhi syarat kadar emisi gas buangnya CO dibawah  4,5 %.
b.      Karbon Dioksida (CO2)
Senyawa CO2 sebenarnya merupakan komponen yang secara alamiah banyak terdapat di udara. Oleh karena itu CO2 dahulunya tidak menepati urutan pencemaran udara yang menjadi perhatian lebih dari normalnya akibat penggunaan bahan bakar yang berlebihan setiap tahunnya. Pengaruh CO2 disebut efek rumah kaca dimana CO2 diatmosfer dapat menyerap energi panas dan menghalangijalanya energi panas tersebut dari atmosfer ke permukaan yang lebih tinggi. Keadaan ini menyebabkan meningkatnya suhu rata -rata di permukaan bumi dan dapat mengakibatkan meningginya permukaan air laut akibat melelehnya gunung-gunung es, yang pada akhirnya akan mengubah berbagai sirklus alamiah.
c.       Sulfur Oksida (SOx),
Sulfur dioksida (SO2) merupakan gas buang yang larut dalam air yang langsung dapat terabsorbsi di dalam hidung dan sebagian besar saluran ke paru-paru. Karena partikulat di dalam gas buang kendaraan bermotor berukuran kecil, partikulat tersebut dapat masuk sampai ke dalam alveoli paru-paru dan bagian lain yang sempit. Partikulat gas buang kendaraan bermotor terutama terdiri jelaga (hidrokarbon yang tidak terbakar) dan senyawa anorganik (senyawa-senyawa logam, nitrat dan sulfat). Sulfur dioksida di atmosfer dapat berubah menjadi kabut asam sulfat (H2SO4) dan partikulat sulfat. Sifat iritasi terhadap saluran pernafasan, menyebabkan SO2 dan partikulat dapat membengkaknya membran mukosa dan pembentukan mukosa dapat meningkatnya hambatan aliran udara pada saluran pernafasan. Kondisi ini akan menjadi lebih parah bagi kelompok yang peka, seperti penderita penyakit jantung atau paru-paru dan para lanjut usia.
d.       Nitrogen Oksida (NOx),
Diantara berbagai jenis oksida nitrogen yang ada di udara, nitrogen dioksida (NO2) merupakan gas yang paling beracun. Karena larutan NO2 dalam air yang lebih rendah dibandingkan dengan SO2, maka NO2 akan dapat menembus ke dalam saluran pernafasan lebih dalam. Bagian dari saluran yang pertama kali dipengaruhi adalah membran mukosa dan jaringan paru. Organ lain yang dapat dicapai oleh NO2 dari paru adalah melalui aliran darah. Karena data epidemilogi tentang resiko pengaruh NO2 terhadap kesehatan manusia sampai saat ini belum lengkap, maka evaluasinya banyak didasarkan pada hasil studi eksprimental. Berdasarkan studi menggunakan binatang percobaan, pengaruh yang membahayakan seperti misalnya meningkatnya kepekaan terhadap radang saluran pernafasan, dapat terjadi setelah mendapat pajanan sebesar 100 μg/m3 . Percobaan pada manusia menyatakan bahwa kadar NO2 sebsar 250 μg/m3 dan 500 μg/m3 dapat mengganggu fungsi saluran pernafasan pada penderita asma dan orang sehat.
e.       Hidrokarbon (HC)
Hidrokarbon berasal dari hasil pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar yang mengandung unsur karbon. Hidrokarbon di udara akan bereaksi dengan bahan-bahan lain dan akan membentuk ikatan baru yang disebut “Plycyclic Aromatic Hidrocarbon” (PAH) yang banyak dijumpai di daerah industri dan padat lalu lintas. Bila PAH ini masuk dalam paru-paru akan menimbulkan luka dan merangsang terbentuknya sel-sel kanker.
f.       Partikulat debu
Partikel debu sering diistilahkan sebagai “Total Suspended Particulated (TSP)”. Dapat berupa debu atau abu yang biasanya berasal dari penggunaan bahan bakar batu bara pada kereta api yang menimbulkan jelaga. Pada umumnya ukuran partikulat debu sekitar 5 mikron merupakan partikulat udara yang dapat langsung masuk ke dalam paru-paru dan mengendap di alveoli. Keadaan ini bukan berarti bahwa ukuran partikulat yang lebih besar dari 5 mikron tidak berbahaya, karena partikulat yang lebih besar dapat mengganggu saluran pernafasan bagian atas dan menyebabkan iritasi.
Pada daerah tertentu dapat mengurangi visibilitas pada perjalanan dan dapat menghambat proses fotosintesis pada tumbuhan apabila terdapat banyak debu yang menempel pada daun.
3.      Jumlah Gas-gas yang Dihasilkan Kendaraan
a.       Tabel  jumlah emisi kendaraan yang masuk dan keluar pada hari libur, (Sabtu, 2 juni 2012)

Waktu
Jenis kendaraan
Kategori
Nilai ambang batas
Jumlah kendaraan
Jumlah emisi (gram/km)
CO
HC + NOx
CO
HC + NOx
06.00-08.00

Motor
L1
1.1
1.2
3316
3647.6
3979.2
Mobil Pribadi
M1
2.2
0.5
666
1465.2
333
Angkutan
M1
2.2
0.5
364
800.8
182
Truk
N1
4.0
0.6
175
700
105
Sepeda, becak, delman
-
0
0
169
0
0
Jumlah



4690
6613.6
4599.2

Jumlah Penumpang : 8611
12.00-14.00

Motor
L1
1.1
1.2
2787
3065.7
3344.4
Mobil Pribadi
M1
2.2
0.5
848
1865.6
424
Angkutan
M1
2.2
0.5
312
686.4
156
Truk
N1
4.0
0.6
164
656
98.4
Sepeda, becak, delman
-
0
0
59
0
0
Jumlah



4170
6273.7
4022.8
Jumlah Penumpang : 7636
16.00-18.00
Motor
L1
1.1
1.2
2174
2391.4
2608.8
Mobil Pribadi
M1
2.2
0.5
718
1579.6
359
Angkutan
M1
2.2
0.5
234
514.8
117
Truk
N1
4.0
0.6
222
888
133.2
Sepeda, becak, delman
-
0
0
37
0
0
Jumlah



3385
5373.8
3218
Jumlah Penumpang : 5891
 
b.      Tabel  jumlah emisi kendaraan yang masuk dan keluar pada hari kerja (Senin, 4 juni 2012)

Waktu
Jenis kendaraan
Kategori
Nilai ambang batas
Jumlah kendaraan
Jumlah emisi (gram/km)
CO
HC + NOx
CO
HC + NOx
06.00-08.00

Motor
L1
1.1
1.2
4835
5318.5
5802
Mobil Pribadi
M1
2.2
0.5
927
2039.4
463.5
Angkutan
M1
2.2
0.5
767
1687.4
383.5
Truk
N1
4.0
0.6
181
724
108.6
Sepeda, becak, delman
-
0
0
258
0
0
Jumlah



6968
9769.3
6757.6

Jumlah Penumpang : 15715
12.00-14.00

Motor
L1
1.1
1.2
3486
3834.6
4183.2
Mobil Pribadi
M1
2.2
0.5
504
1108.8
252
Angkutan
M1
2.2
0.5
270
594
135
Truk
N1
4.0
0.6
324
1296
194.4
Sepeda, becak, delman
-
0
0
61
0
0
Jumlah



4645
6833.4
4764.6
Jumlah Penumpang : 6650
16.00-18.00
Motor
L1
1.1
1.2
5066
5572.6
6079.2
Mobil Pribadi
M1
2.2
0.5
993
2184.6
496.5
Angkutan
M1
2.2
0.5
281
618.2
140.5
Truk
N1
4.0
0.6
335
1340
201
Sepeda, becak, delman
-
0
0
164
0
0
Jumlah



6839
9715.4
6917.2
Jumlah Penumpang : 8949
 
4.      Faktor-faktor yang menyebabkan kepadatan Kota Tasikmalaya
Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk disuatu daerah per satuan luas. Dalam demografis, dikenal dengan kepadatan penduduk fisiologis dan kepadatan penduduk agaris:
a.       Kepadatan penduduk fisiologis adalah perbandingan antara jumlah penduduk total dengan luas lahan pertanian
b.      .Kepadatan penduduk agraris adalah perbandingan jumlah penduduk petani dan luas lahan pertanian.
Faktor-faktor yang menyebabkan kepadatan penduduk di Kota Tasikmalaya di antaranya:
a.       Faktor iklim dan topografi, iklim yang nyaman topografi yang relative landai menyebabkan penduduk terkonsentrasi dan menjadi padat.
b.      Faktor ekonomi, yang termasuk faktor ekonomi adalah tersedianya sumber daya alam, tersedianya lapangan kerja.
c.       Faktor sosial budaya, yang termasuk factor sosial budaya adalah kesempatan untuk meneruskan pendidikan, keterbukaan masyarakat. Selain itu daerah yang relative aman akan selalu jadi pemukiman yang padat.

Pada siang hari tingkat kepadatan populasi lebih tinggi dibandingkan dengan malam hari.Hal  ini disebabkan karena aktivitas masyarakat lebih banyak dilakukan pada siang hari, sedangkan malam hari digunakan untuk beristirahat

 5.      Upaya Untuk Mereduksi Gas Berbahaya yang Dihasilkan oleh Kendaraan
Untuk menanggulangi pencemaran udara akibat kendaraan bermotor di sekitar jalan raya yang padat, dapat ditanami pepohonan yang memiliki banyak daun agar proses fotosintesis oleh tumbuhan di siang hari dapat menyerap karbondioksida dengan lebih banyak.
Pada proses fotosintesa tumbuhan hijau mengambil CO2 dan menghasilkan C6H12O6 serta O2 yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. Oleh karena itu, peranan tumbuhan hijau sangat diperlukan untuk menjaring CO2 dan melepas O2 kembali ke udara. Di samping itu berbagai proses metabolisme tumbuhan hijau dapat memberikan berbagai fungsi untuk kebutuhan makhluk hidup yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan.
Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di bumi ini mempersenyawakan sekira 150.000 juta ton CO2 dan 25.000 juta ton hidrogen dengan membebaskan 400.000 juta ton oksigen ke atmosfer, serta menghasilkan 450.000 juta ton zat-zat organik. Setiap jam 1 ha daun-daun hijau menyerap 8 kg CO2 yang ekuivalen dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekira 200 orang dalam waktu yang sama. Setiap pohon yang ditanam mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata 5 pendingin udara (AC), yang dioperasikan 20 jam terus menerus setiap harinya. Setiap 93 m2 pepohonan mampu menyerap kebisingan suara sebesar 8 desibel, dan setiap 1 ha pepohonan mampu menetralkan CO2 yang dikeluarkan 20 kendaraan. (Zoer’aini Djamal Irwan,1996).
Dari hasil pengukuran dengan Google Earth, jumlah hijauan di daerah Bypass arah Singaparna sekitar 14.349 m2 (1,4349 ha).  

Perkiraan jumlah hijauan yang harus tersedia untuk menetralkan CO2 di kawasan Bypass adalah:
1.      Jumlah kendaraan yang melewati Bypass jalur Singaparna per jam rata-rata sebanyak 5116 kendaraan
2.      Jumlah emisi CO2 di Bypass per jam rata-rata sebanyak 3715 gram/km (3,715 kg)
3.      Jumlah hijauan di sekitar Bypass adalah sekitar 14.349 m2 (1,4349 ha).
4.      1 ha daun-daun hijau menyerap 8 kg CO2
5.      Jumlah hijauan yang harus tersedia untuk menyerap CO2 adalah 0,46 ha (4600 m2)
6.      1 ha pepohonan mampu menetralkan CO2 yang dikeluarkan 20 kendaraan.
7.      Jumlah hijauan yang harus tersedia untuk menyerap CO2 adalah 255 ha.
Dapat disimpulkan bahwa hijauannya sudah dapat menyerap CO2 dari gas buang kendaraan akan tetapi belum cukup untuk menetralisir CO2.
Selain itu, sebenarnya banyak yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan akibat pencemaran udara yang disebabkan oleh kendaraan bermotor. Namun hanya sedikit yang mau menerapkannya karena kurangnya kesadaran akan lingkungan. Yang perlu diperbaiki sebenarnya adalah manusia yang melakukan pencemaran udara itu sendiri. Kesadaran akan lingkungan yang kurang menyebabkan manusia itu tidak mau tahu akan kerusakan lingkungan yang dilakukannya. Namun terlepas dari semua itu apabila ada kesadaran akan lingkungan, sebenarnya ada beberapa usaha yang dapat dilakukan guna mengurangi dampak dari pencemaran udara itu sendiri yang diantaranya adalah:
a)      Usaha dari Pihak Pemerintah dan Dinas Perhubungan:
·         Pemberian keringanan pajak untuk bea-impor conversion kit, sehingga harga jualnya dapat ditekan dan terjangkau oleh masyarakat.
·         Penerbitan surat intruksi agar diadakan penelitian pengembangan bahan bakar nabati (BBN) yang lebih intensif oleh intansi-intansi bidang energi.
·         Penerbitan surat keputusan mengenai jumlah kendaraan bermotor yang diperbolehkan diproduksi di Indonesia dan masing-masing daerah.
·         Penarikan dan pembatasan mobil dinas pribadi dan pengadaan bus-bus angkutan bagi pegawai negeri sipil di masing-masing intansi guna menekan jumlah kendaraan bermotor.
·         Melakukan perluasan jalan raya agar tidak terjadi kemacetan, karena dalam kemacetan emisi buang kendaraan bermotor relatif tinggi.
b)      Usaha dari Pihak Masyarakat
·         Hindari pemakaian kendaraan bermotor apabila dapat ditempuh dengan jalan kaki (ke mesjid misalnya).
·         Lakukan perawatan terhadap kendaraan bermotor anda agar mesinnya tetap berfungsi baik dan dapat melakukan pembakaran dengan sempurna dan memasang filter atau “catalyst kit” yang dianjurkan pada knalpot
·         Mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak perlu dan mempergunakan kendaran bermotor.
c)      Usaha dari Pihak Swasta (Produsen Kendaraan Bermotor)
·         Memasang filter atau “catalyst kit” pada kendaraan yang diproduksi.
·         Pengurangan kapasitas mesin agar pembakaran lebih sedikit, efisien dan hemat BBM.
Status emisi karbon global pada 2007 adalah 8 milyar ton per tahun.Tanpa ada upaya untuk menguranginya, pada tahun 2057 akan mencapai 16 milyar ton per tahun. Berarti menaikan suhu bumi 5 derajat celcius.Jika kita menjalankan 8 strategi di atas maka suhu bumi naik 3 derajat. Jika menjalankan 12 strategi maka suhu bumi hanya naik 2 derajat, batas aman kenaikan suhu bumi yang tidak ingin dilampaui oleh para ilmuwan.Idealnya tentu menjalankan ke 15 strategi tersebut sehingga kenaikan suhu bumi berada di bawah 2 derajat.
H.    Kesimpulan
1.      Kota Tasikmalaya, khususnya daerah Bypass merupakan kawasan yang kepadatan lalu lintasnya relatif padat
2.      Kepadatan terutama terjadi pada sore hari pada hari kerja yaitu pada jalur masuk arah Singaparna.
3.      Gas-gas buang hasil pembakaran bahan bakar pada kendaraan bermotor memberikan dampak negatif bagi lingkungan. Bahkan ada diantaranya yang bersifat racun dan membahayakan kesehatan.
4.      Hijauan di sekitar Bypass sudah dapat menyerap CO2 dari gas buang kendaraan akan tetapi belum cukup untuk menetralisir CO2.
5.      Ada banyak upaya yang dapat dilakukan untuk mereduksi gas-gas yang berbahaya diantaranya dengan menanam pepohonan di pinggir jalan.
I.       DaftarPustaka

Anonim. 2012. Kepadatan penduduk. [Online]. Tersedia:

Anonim. Karbon Monoksida. [Online]. Tersedia:

Anonim. 2012. Pengetahuan Dasar Gas Buang Mesin, . [Online]. Tersedia:

Anshary, Muhammad Ridha. Pengaruh Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Terhadap Kualitas Udara. [Online]. Tersedia:
http://www.scribd.com/document_downloads/direct/48564437?extension=docx&ft=1339230362&lt=1339233972&uahk=pY/nVW2oRCpFKmvSfNqcwy3rM1I

Septiawan, Hendra. 2011. Karbon Dioksida. [Online]. Tersedia: